Bagi beberapa orang yang waktu luangnya cukup banyak (maksudnya nganggur atau senang menganggurkan diri) pasti sering melakukan hal iseng yang bertujuan untuk menghabiskan waktu atau menyampaikan unek-unek. Nah, saya sebagai orang yang punya waktu luang cukup banyak, sering membuat gambar iseng berisi unek-unek, perasaan, atau terkadang bisa bermaksud menyampaikan pendapat pribadi (semacam komentar serius mengenai suatu kasus, kejadian, atau fenomena yang terjadi) dengan lebih santai dan menghibur.
Gambar iseng yang akan saya tampilkan di sini adalah gambar yang berasal dari foto cuplikan (screenshot) anime yang berjudul Lucky Star. Dan seperti judul postingnya, pamalesan, gambar yang akan saya perlihatkan adalah gambar-gambar bertema pamalesan (Bahasa Sunda, Bahasa Indonesianya berarti kemalasan atau hal-hal yang dilakukan ketika malas melakukan hal yang seharusnya dilakukan). Yah, sebelum penulis makin pusing karena bingung merangkai kata pengantar langsung saja kita lihat gambar-gambar pamalesan di bawah ini.
1. 勉強 めんどくさい。
勉強(べんきょう, belajar) めんどくさい(merepotkan).

Tanpa Mengurangi rasa hormat kepada para 先生(sensei, guru, dalam bahasa jepang) gambar ini adalah ungkapan perasaan saya ketika... belajar. Sebagai salah satu mahasiswa yang punya tingkat kemalasan tinggi, saya sering menganggap kalau belajar itu sangat merepotkan, jadi saya lebih senang ke main dan bermalas-malasan ("sadar woy tugas mahasiswa kudunya ngapain!!"). Di Lucky Star terdapat karakter bernama Konata Izumi. Siswa SMA kelas 2 (tengah sampai ending, kelas 3. Dan kata beberapa guru dan dosen, bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan nama status/pekerjaan karena gender, jadi bukan siswi tapi siswa) yang luar biasa males. Dalam dialog-dialognya terdapat banyak ungkapan kemalasan yang kayaknya "pas banget" buat saya. Ya seperti gambar di atas, belajar itu merepotkan...
2. 疲れた~ 少し休憩しようよ。。。
疲れた~ (capek~) 少し休憩しようよ。。。 (istirahat bentar yuu...)

Karakter pada gambar ini adalah Kagami (rambut ungu, salah satu karakter utama dalam Lucky Star) dan Misao (teman sekelas kagami). Di sini Misao terlihat sudah kelelahan belajar dan meminta Kagami untuk beristirahat sejenak. Pada kenyataannya mereka baru belajar sebentar dan sikap Misao yang cepat menyerah dalam belajar terlihat aneh di mata Kagami. Saya sangat menyukai situasi dalam gambar ini karena cukup sering terjadi dalam kehidupan saya. Niat belajar susah muncul, sekalinya muncul dan sampai belajar pasti bakal lenyap dalam waktu singkat (kalau yang dipelajari bener-bener bikin stuck dan keram otak).
3. 宿題 うそ。
Kagami : はっ。。。今なんて言った? 宿題 終わった? 本当に? 信じられん。 (Hah? Bilang apa kamu tadi? Peer udah beres? Seriusan? Ga bisa dipercaya) Konata : ごめん うそ。 (maaf, bohong)

4. まだ 遊びたい。
(aduh, kalimatnya rada susah juga. Panjang. Kalo translatenya kelewat ngawur mohon maklum)
kagami : 大体、いい大人になったんなら、ゲームや漫画に熱上げないもんなんじゃないの――? (lagi pula kalo orang udah gede, ngga akan terlalu semangat sama game dan manga).
Konata : ゆ、夢や情熱あふれる子供心は必要だよっっ (tapi mimpi dan semangat yang mengalir seperti hati anak-anak juga dibutuhkan)

Jadi ceritanya Konata ulang tahun. Konata yang sudah menginjak usia dewasa sangat senang dan bangga. Alasannya karena... (mending nonton aja sih. Agak gimana juga kalau dijelasin kenapa konata seneng banget). Karena Konata yang bangga dengan kedewasaan tapi ngga berniat mengurangi kebiasaan mainnya, Kagami sedikit menyindir Konata dengan kalimat di atas, dan... tentu orang sejenis Konata (saya juga termasuk) akan membela diri supaya hobinya tetap bisa dilakukan.
Yah, itulah sebagian gambar screenshot editan yang menggambarkan pemikiran saya mengenai pamalesan. Sebagai seorang pemalas, tidak sepantasnya saya menasehati orang lain supaya menjadi lebih rajin, meski begitu tidak ada salahnya jika kita saling mengingatkan.
Kita boleh saja bermalas-malasan tapi jangan lupa untuk tetap memikirkan rencana yang lebih jauh. Minimal usahakan kegiatan yang kita anggap bermalas-malasan tadi tetap mengandung unsur pembelajaran. Pembelajaran di sini bukan hanya pembelajaran akademis, ya. Tapi seperti hubungan sosial (chatting dengan berbagai orang dari latar belakang dan pemahaman berbeda), manajemen personalia, komunitas, dan event organizer (mengatur party atau guild di game online, grup di facebook, membuat event supaya komunitas makin rame dan solid), belajar bisnis (memperhitungkan untung rugi, iklim dagang, dan prediksi pasar dalam game online), dan masih banyak lagi. Semua permainan sebenarnya memiliki nilai positif selama kita bisa melakukannya dengan porsi yang benar, dan bagi mereka yang memiliki orang terdekat dengan hobi seperti ini, disarankan untuk tidak langsung menuduh bahwa kegiatan mereka tidak berguna. Justru dengan lebih memahami "cara bermalas-malasan" seseorang, kita jadi bisa lebih mengerti minat dan bakat orang tersebut dan bisa membantu mengarahkannya ke jalan pengembangan kemampuan yang lebih baik.
Uhuk uhuk... Sekian post ngelantur dari saya.
Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Semoga cukup menghibur dan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar